Sumatra

Sumatera Selatan: Pada tahun 2009 sampai 2012 Sekala kerjasama dengan International Finance Corporation (IFC) memfasilitasi PT. Musi Hutan Persada (PT. MHP) untuk meningkatkan pelibatan masyarakat pada program hutan tanaman. Pada kegiatan ini, Sekala melakukan analisis para pemangku kepentingan, pemetaan masyarakat, pelatihan pengelolaan konflik, dan meninjau manajemen perusahan. Sekala memberikan masukan kepada PT. MHP agar meningkatkan kerjasama dengan masyarakat. Sekala bersama-sama dengan IFC dan PT.MHP menuangkan peningkatan kerjasama tersebut melalui perubahan Standard Operating Procedure (SOP) kerjasama yang saling menguntungkan antara perusahaan dan masyarakat.
Sekala merekomendasikan kepada perusahaan agar melaksanakan kegiatan pemetaan partisipatif untuk menyelesaikan konflik lahan antara perusahaan dan masyarakat.

Jambi: Pada tahun 2012, Sekala kerjasama CLUA, LSM, dan Pemerintah Provinsi Jambi melakukan kegiatan awal untuk menyusun informasi dasar tentang REDD+. Pada kegiatan ini, Sekala mengumpulkan informasi dasar di tingkat kabupaten dan provinsi. Sekala melakukan perbaikan terhadap ketelitian data tersebut untuk melakukan berbagai analisis spasial. Selama kegiatan ini, Sekala melakukan pelatihan GIS dan penginderaan jauh kepada staf pemerintah provinsi dan kabupaten/kota seluruh Jambi. Sekala bersama-sama dengan pemerintah daerah berhasil menyusun atlas hutan Provinsi Jambi dan peta mengenai ancaman terhadap hutan Pulau Sumatera.

Riau: Dari pertengahan tahun 2017 hingga awal 2018, Sekala berkonsorsium dengan NIRAS dalam rangka proyek Millennium Challenge Account (MCA) - Indonesia dalam melakukan pemetaan batas wilayah desa secara partisipatif dari proses penetapan hingga penegasan. Kegiatan ini dilakukan di enam kecamatan, yaitu Kecamatan Tambusai di Kabupaten Rokan Hulu, Kecamatan Bangko Pusako di Kabupaten Rokan Hilir, Kecamatan Bandar Seikijang di Palalawan, Kecamatan Kampar Kiri Hulu di Kabupaten Kampar, dan Kecamatan Sengingi Hilir dan Kuantan Hulu di Kabupaten Kuantan Sengingi.