Kalimantan

Kalimantan Barat: Sejak tahun 2007 Sekala kerjasama dengan Fauna dan Flora Internasional (FFI) untuk melakukan kajian mengenai konservasi habitat orangutan pada skala bentang alam di Kabupaten Ketapang. Pada masa ini juga Sekala dan FFI membangun proyek percontohan REDD+ di Kapuas Hulu.

Pada tahun 2009, Sekala kerjasama dengan World Resources Institute (WRI) mengembangkan metode untuk mengidentifikasi lahan terdegradasi dan percontohan pertukaran lahan di Kabupaten Kapuas Hulu. Kegiatan ini diberi nama proyek Palm Oil, Timber, Carbon Offset (POTICO). Pendekatan kegiatan ini menggunakan proses pemetaan partisipatif untuk negosiasi penggunaan lahan masyarakat, dan dengan prinsip persetujuan yang didahulukan dengan informasi dan tanpa paksaan (Padiatapa).

Kalimantan Timur: Sejak tahun 2007 Sekala kerjasama dengan The Nature Conservancy (TNC) membantu pemerintah Kabupaten Berau untuk kegiatan REDD+. Sekala menyiapkan data yang penting bagi kegiatan REDD+, seperti: data topografi, rencana tata ruang, peta hutan dan gambut dan data penggunaan lahan lainnya. Kemudian Sekala melakukan analisis spasial untuk mengidentifikasi lokasi yang mana yang penting diprioritaskan untuk inisiatif REDD+. Kegiatan Sekala banyak menemukan adanya kesenjangan data antara sumber data dan wali data pada berbagai level pemerintahan. Temuan ini menjadikan informasi yang penting untuk perbaikan data di daerah maupun nasional. Hasil kegiatan Sekala di Kabupaten Berau telah banyak digunakan oleh para pihak untuk menentukan daerah rencana inisiatif REDD+. Temuan adanya kesenjangan data menjadi isu strategis nasional yang perlu mendapatkan penanganan prioritas dalam proses pembangunan.

Pada tahun 2013, Sekala mendapatkan tugas dari Badan Pengurus REDD+ dan UNDP untuk menyediakan data dasar dan peta kadastral dalam rangka kegiatan REDD+ Provinsi Kalimantan Timur. Sekala kerjasama dengan Dewan Daerah Perubahan Iklim Provinsi Kalimantan Timur melakukan kajian terhadap data spasial dan membantu pemerintah melembagakan sistem survei dan pemetaan kadastral terpadu untuk Provinsi Kalimantan Timur. Pada saat ini, Pemerintah Provinsi Kalimahtan Timur menggunakan data hasil kegiatan Sekala untuk mendukung jaringan data spasial daerah (JDSD). Para pihak dapat mengakses data tersebut pada website Bappeda Provinsi Kalimantan Timur.

Kalimantan Tengah: Sekala mendapat tugas dari Satgas REDD+ dan UNDP untuk mengerjakan Proyek Percontohan Pertama Kegiatan REDD+ di Indonesia. Pada tahun 2011 Sekala menyediakan data dasar dan peta kadastral untuk kegiatan REDD+ Provinsi Kalimantan Tengah. Sekala kerjasama dengan Komisi Daerah (Komda) REDD+ untuk melakukan kajian dan penilaian terhadap data dan peta dasar Provinsi Kalimantan Tengah. Pengalaman Sekala di Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur telah menjadikan sumber inisiatif menduplikasi kegiatan ini di Kalimantan Tengah. Pada kegiatan ini juga Sekala membantu pemerintah untuk melembagakan sistem survei dan pemetaan kadastral terpadu untuk pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Kalimantan Utara: Sejak tahun 2013 Sekala bekerjasama dengan FoMMA, WWF, JKPP, BRWA, dan AMAN memfasilitasi masyarakat adat untuk mendukung pemerintah pada proses pengakuan dan perlindungan masyarakat adat di Kabupaten Malinau. Kerjasama ini sudah menjalin ikatan yang tertuang dalam dokumen nota kesepahaman (MoU). Sekala mendukung para pihak untuk menyediakan peta dasar dan data teknis pemetaan untuk seluruh Kabupaten Malinau. Peta ini sangat penting pada proses pengakuan untuk mengidentifikasi wilayah adat masing-masing. Sekala juga mendapatkan tugas memfasilitasi masyarakat adat melakukan pemetaan partisipatif di Daerah Aliran Sungai Malinau dan sekitarnya.